Rabu, 29 Oktober 2014

Ajak Mahasiswa Merefleksi Sumpah Pemuda

IKRAR - Mahasiswa ilmu politik menyerukan refleksi sumpah pemuda di depan bundaran UB 

Malang, PERSPEKTIF - Mahasiswa Ilmu Politik 2013  mengajak para pemuda, utamanya mahasiswa, untuk merefleksi sumpah pemuda dengan mengadakan aksi damai di bundaran UB pada Selasa (28/8). Aksi damai ini menuntut agar mahasiswa ikut andil dalam memperingati hari sumpah pemuda dan menunjukan idealismenya sebagai pemuda.


Menurut Yayan Hidayat, selaku koordinator aksi menyuarakan, mulai jarang ditemui mahasiswa yang bersuara lantang soal Pancasila dan rasa cintanya kepada negara.

"Melihat kondisi sosial mahasiswa UB menurut kita ada pergeseran kultur," tegasnya. Selain berorasi, aksi ini juga disertai dengan pembagian selembaran persuasif kepada pengendara kendaraan yang melintas. (gfr)

Siapkah Kau dengan Sumpah mu?

Oleh:
Rani Dewi Anjani*

SOEMPAH PEMOEDA

Pertama :

 KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH AIR INDONESIA

Kedua :

KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA

Ketiga :

KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA


Djakarta, 28 Oktober 1928

Tanggal 28 Oktober 1928. Ketiga ayat diatas  pertama kali dikumandangkan. Ayat – ayat yang merupakan hasil dari kongres pemuda II ini berisi tentang sumpah para pemuda akan bertanah air, berbangsa dan berbahasa satu yakni Indonesia. Situasi Indonesia yang pada saat itu masih dalam jajahan kolonialisme Belanda mendorong para pemuda untuk mengadakan  Kongreas Pemuda II. Hingga kemudian lahirlah tiga ayat diatas. Dalam tekanan Penjajahan para pemuda saat itu berikrar dengan diiringi lagu Indonesia Raya yang kemudian menjadi lagu kebangsaan kita. Peristiwa bersejarah ini merupakan bentuk perjuangan dari para pemuda dalam memperjuangkan Indonesia menjadi bangsa yang merdeka dan berdaulat. Hingga kemudian peristiwa ini diperingati setiap tahunnya sebagai Hari Sumpah Pemuda.

Tanggal 28 Oktober 2014. 86 tahun kita memperingati hari Sumpah Pemuda. Tak ada lagi penjajahan bangsa lain yang perlu kita singkirkan. Indonesia pun telah berdaulat. Sebagai pemuda, hari Sumpah Pemuda tinggal kita peringati dengan ikrar pengambilan sumpah ketiga ayat diatas. Namun benarkah tak perlu lagi ada perjuangan?

Memang Sumpah Pemuda selalu mengingatkan kita pada ketiga ayat diatas. Tapi kini ketiga ayat tersebut tak lagi sekedar tiga kalimat untuk disumpahkan. Terdapat banyak makna dan jauh lebih banyak sumpah di balik ketiga ayat tersebut. Sumpah akan keberadaanya sebagai pemuda terhadap bangsa, Sumpah sebagai generasi penerus bangsa, generasi yang memajukan dan membuat bangsa ini lebih baik.


*Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi 2013, anggota LPM Perspektif

Senin, 27 Oktober 2014

Indikator Penilaian Dinilai Tak Rasional

Malang, PERSPEKTIF Rencana Dekanat FISIP mengadakan tim evaluasi Lembaga Kedaulatan Mahasiswa (LKM) mendapat penolakan. Sejumlah LKM menilai indikator penilaian dalam evaluasi tidak rasional. Dalam surat edaran dari dekanat, terdapat empat komponen penilai dalam evaluasi LKM ini, yaitu 30 % dari LSO sendiri, 30% dari BEM, 30 % dari DPM dan 10 % dari tim evaluasi dari dekanat.