Senin, 20 Oktober 2014

Mahasiswa Harapkan Peningkatan Kinerja Presiden Baru

Malang, PERSPEKTIF – Joko Widodo dan Jusuf Kalla, Presiden dan Wakil Presiden RI terpilih, akan dilantik hari ini, Senin (20/10). Terpilihnya Jokowi sebagai Presiden baru Republik Indonesia, menumbuhkan ekspektasi baru terhadap masyarakat luas, khususnya mahasiswa. Mahasiswa mengharapkan Jokowi dan wakilnya, Jusuf Kalla dapat menangani berbagai masalah yang kini tengah dihadapi oleh Indonesia, seperti pemberantasan korupsi, perkembangan ekonomi, sosial, dan kesejahteraan masyarakat, serta masalah lainnya.

“Seharusnya kalau memang rakyat menginginkan Jokowi untuk memimpin Indonesia, maka janji-janji yang telah diutarakannya ketika kampanye berbulan-bulan lalu harus benar-benar direalisasikan, bukan hanya dalam ucapan semata,” ujar Achya M. Diji, salah satu mahasiswa Ilmu Perpajakan Fakultas Ilmu Administrasi 2014 Universitas Brawijaya.

Harapan mahasiswa terhadap Presiden yang akan dilantik bukan hanya sekadar peningkatan kinerja dan upaya untuk mengantarkan Indonesia menuju kemampanan saja, namun juga harapan dari mahasiswa yang menginginkan agar Presiden Jokowi nantinya terlepas dari pengaruh apapun, baik itu dari partai maupun oknum-oknum yang hanya menjadikan presiden sebagai alat untuk mencari keuntungan semata.


“Harapan untuk Presiden Jokowi kedepannya, dia bisa membuktikan kepada rakyat Indonesia bahwa ia adalah benar-benar seorang pemimpin pilihan rakyat, dan tidak hanya menjadi boneka partainya saja,” ungkap Ariel Ammar Fakhri sebagai mahasiswa prodi Psikologi FISIP UB 2014 . (kmb)

Minggu, 19 Oktober 2014

ICMS Tuntut Tegakkan Sistem Khilafah

ICMS sedang melakukan aksi demonstrasi.

Malang, PERSPEKTIF – Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) melakukan demonstrasi menuntut tegaknya sistem khilafah pada Minggu (19/10) di Jl. Veteran, Malang. Aksi yang merupakan rangkaian acara dari Indonesia Congress of Muslim students (ICMS) tersebut berlangsung mulai pukul 07.30 – 10.30 WIB.

“Acara ini kami adakan untuk mengedukasi mahasiswa, warga sekitar, TNI, POLRI, dan seluruh elemen masyarakat agar bersama-sama kembali ke perilaku yang lebih baik menurut ajaran agama Islam,” kata Khairul Auni selaku Humas ICMS korwil Malang Raya.

Khairul juga menuturkan bahwa menerapkan sistem khilafah bukan berarti membumihanguskan kaum non-muslim yang ada di Indonesia. Ia juga menambahkan bahwa ajaran Islam mencintai perbedaan dan sangat menghargai mereka yang berbeda.
Saat ditanya tentang isu terkini yang juga menyangkut tuntutan untuk menegakkan sistem khilafah oleh suatu kelompok islam radikal, ISIS, pihak ICMS mengatakan bahwa mereka  tidak membenarkan perilaku kekerasan dalam  menegakkan khilafah.

Aksi demo yang dilakukan oleh ICMS tersebut mendapatkan respon positif dari pihak mahasiswa, salah satunya Achmad Ali Yafis, mahasiswa Universitas Brawijaya.
“Saya setuju saja dengan adanya sistem khilafah di Indonesia karena system khilafah yang menganut ajaran dari agama Islam tidak ada yang buruk, jadi kenapa tidak,” ujar Yafis. (hpo/faq/frd)

Praktek PMW, Mahasiswa Jajakan Dagangan


Malang, PERSPEKTIF –  Sejumlah mahasiswa menjajakan barang dagangan di sekitar Lapangan Rektorat Universitas Brawijaya, Minggu (19/10).  Mahasiswa tersebut merupakan peserta program Pembekalan Mahasiswa Wirausaha (PMW) yang telah dilaksanakan oleh pihak Rektorat, sejak hari Sabtu (18/10).

Program PMW tersebut bertujuan agar para mahasiswa semakin mantap mentalnya dalam berwirausaha. Barang dagangan yang akan dijual oleh peserta pun telah disediakan oleh panitia.

“Tujuan dari program ini yaitu agar para mahasiswa peserta PMW tidak malu ketika menawarkan barang dagangannya kepada orang lain,” tutur Atikah Ishmah Winahyu, salah seorang mahasiswa peserta PMW.

Menurut Atikah, peserta dibagi ke beberapa kelompok yang terdiri dari lima orang. Kemudian, peserta diinstrusikan untuk berpencar ke beberapa sisi lapangan dan menjajakan barang dagangannya.

PMW merupakan salah satu program dari Universitas Brawijaya yang bertujuan untuk membantu mahasiswa yang ingin berwirausaha. Setiap mahasiswa bisa mengikuti PMW dengan mengajukan proposal berisi profil usaha yang ditekuni, serta rincian anggarannya. Nantinya pihak rektorat yang akan menentukan apakah proposal itu di setujui atau tidak. Maksimal dana yang di ajukan adalah Rp8.000.000.

“Iya kita mengajukan profil usaha apa yang kita ingin lakukan atau sudah dilakukan. Kalau usaha saya itu menjual Coat, baju hangat khas Korea. Saya menyediakan katalog, tapi kalau ingin desain sendiri juga bisa. Dana yang turun dari pihak rektorat untuk saya adalah Rp4.400.000,” pungkasnya. (rrn/zar/ksa)