Minggu, 21 Desember 2014

Kampung Budaya: Pesta Kebudayaan Terbesar Se-UB

Penampilan Forum Daerah asal Banyuwangi di Kampung Budaya 2014 di Samantha Krida, Sabtu (19/12) sore.

Malang, PERSPEKTIF Eksekutif Mahasiswa (EM) UB melalui Kementrian Pemuda dan Budaya menggelar pesta kebudayaan terbesar se-UB raya. Bekerjasama dengan 30 Forum Daerah (Forda) se-Indonesia, acara ini sukses terselenggara pada tanggal 18-19 Desember, di Gedung Samantha Krida, UB.


Acara yang di beri nama “Kampung Budaya” ini telah terselenggara untuk kedua kalinya, setelah tahun 2013 juga sukses terselenggara. Menurut Wakil Ketua kampung Budaya 2014, A. Laily Sawalani Sanusi, walaupun terkendala dengan cuaca, acara Kampung Budaya 2014 ini tetap mampu melampaui target tahun lalu terkait dengan jumlah pengunjung. Ia menuturkan sebanyak lebih dari 8000 pengunjung datang untuk memeriahkan acara pada tahun ini.

Lani, sapaan akrabnya, juga menuturkan, acara Kampung Budaya ini di gelar bagi mahasiswa perantau Malang, khususnya  mahasiswa UB, agar dapat berkumpul dalam satu tempat dengan mahasiswa lain dalam satu daerah. Alasan lain, mahasiswi Akuntasi 2013,  menambahkan, agar daerah-daerah di Indonesia yang tergabung dalam Forda dapat menampilkan kebudayaan-kebudayaan dari daerah asal mereka.

Amalia, Anggota Forda Rembang yang berkesempatan mengisi acara pada kampung Budaya ini, mengatakan bahwa komunitasnya dengan senang hati mengikuti acara yang akan diselenggarakan tiap tahun ini. “Saya berharap acara ini dapat memperkenalkan kota Rembang, yang terletak di Jawa Tengah, beserta kebudayaannya yang ada, khususnya kepada masyarakat UB,” pungkas Fakultas Ilmu Budaya 2014 ini. (ind)

Presiden Baru, Kabinet Proporsional hingga Malam Keakraban di Kediri

Malang, PERSPEKTIF –“Hidup Mahasiswa !!”Sekitar pukul 06.45 WIB hari Jumat (19/12), sorak sorai mahasiswa terdengar dari belakang gedung A FISIP Universitas Brawijaya. Mereka adalah pendukung dari Presiden dan Wakil Presiden BEM FISIP terpilih masa jabatan 2014-2015, Nurul Rohmah dan Deydeandi. Yel-yel serta kata pengobar semangat pun berkali-kali dilontarkan.

Presiden BEM terpilih yang berasal dari jurusan Hubungan Internasional ini tak henti-hentinya mendapatkan ucapan selamat dari berbagai pihak. Ia mengaku kompetisi ini adalah kompetesi yang berat, namun menurutnya kesenangan yang diraihnya tidaklah sebanding dengan teman-teman yang telah mendukungnya . “Deg-degan itu pasti, menurut aku ini kompetesi yang paling berat, aku pernah ikut kompetisi internasional, tapi ini yang paling berat. Karena kita kan ngebawa politik ya, jadi menurutku ini agak berat. Kalo perasaan sih, kesenangan aku tidak sebanding dengan perasaan tim sukses aku, seneng itu pasti, bangga itu pasti. Tapi yang jelas kemenanangan ini untuk banyak orang yang membutuhkan aku, jelas Nurul.

Menurutnya langkah awal yang harus dilakukan adalah menyusun kabinet yang proporsional sesuai dengan empat komponen yang telah dicanangkannya.“Menyusun kabinet seproporsional mungkin, gak usah kabinet yang terlalu banyak orang tapi bisa mengakomodir semua suara dari semua jurusan, semua LKM bisa terbentuk. Kemudian setelah kabinet pasti program apa yang kita lakukan, yang untuk kedepannya apa, mulai dari diskusi ringan aja sampai suatu yang besar harus dipikirkan kayak gitu sesuai dengan visi misi aku yang akan membawa 4 komponen yaitu sosial, edukasi,entertaiment dan environment.”

Selain itu, ia menyatakan bahwa akan memperluas jangkauan ke FISIP Kediri. Untuk langkah pertama adalah kunjungan kesana dan mengadakan malam keakraban yang akan akan dilaksanan di Kediri dengan membawa rombongan dari FISIP atau LKM di Malang. “Mungkin setelah ini aku akan memperluas jangkauan satu ke FISIP Kediri. Kalau untuk pertama kunjungan kesana kita mungkinakan ada kegiatan seperti malam keakraban, tapi kita laksanakan di Kediri.”

Namun sayangnya, setelah pengumuman Presiden dan wapres BEM baru. Presiden BEM 2013-2014, Akbar Faisal M. tidak ada ditempat.(lta/ksa/nnd)

Sabtu, 20 Desember 2014

Demi Pencoblosan, Rela Antre Panjang meski Hujan

Hujan deras tidak menurunkan antusiasme mahasiswa FISIP dalam Pemilwa
Malang, PERSPEKTIF –  Antusiasme mahasiswa FISIP Universitas Brawijaya untuk memilih Presiden, Wakil Presiden, serta Dewan Perwakilan Mahasiswa dalam Pemilihan Mahasiswa (Pemilwa) Kamis, (18/12) boleh diacungi jempol. Meski acara pencoblosan sempat diguyur hujan, namun hal ini tidak menyurutkan semangat mereka untuk datang  dan memberikan suara mereka.

Ahmad Tajuddin, mahasiswa FISIP dari jurusan Hubungan Internasional 2013, yang tengah mengantri untuk melakukan pencoblosan  mengatakan bahwa ia rela mengantri karena sebagai mahasiswa FISIP tidak boleh apatis. “Masyarakat FISIP tidak boleh apatis, kita kan dari ilmu sosial, ilmu sosial itu kalo ada pesta demokrasi harus aktif gitu lho,”ungkapnya.

Ia pun tidak setuju apabila bila muncul pernyataan bahwa mahasiswa FISIP adalah mahasiswa yang apatis. “Saya nggak setuju kalo ada pernyataan kalau anak FISIP itu apatis, karena dari pukul 14.00 tadi banyak mahasiswa FISIP yang rela hujan-hujanan untuk antri," tambahnya.

Senada dengan Ahmad Tajuddin, Nurul Fachmi Indriyani, mahasiswa Ilmu Komunikasi yang rela mengantri pada detik-detik terakhir penutupan TPS mengatakan bahwa sebagai mahasiswa ilmu sosial dan ilmu politik tidak boleh apatis terhadap acara tahunan ini.


Disamping itu, beberapa orang Panitia Pengawas (Panwas), sibuk mengatur barisan pencoblos. Rafia dipasang di kanan kiri barisan guna memastikan agar peserta tidak keluar dari antrian. Ditanya tentang kesiapan  dan kendala dari Panwas, Miftah dari jurusan Ilmu Politik yang bertugas sebagai Panwas berkata,Cukup siap saya rasa. Hujan-Hujanan paling gitu doang.”  (lta/ksa/nnd)